RUANG LINGKUP
IPA
ALAM SEMESTA
Pengertian alam
semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah
benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel,
amuba, dan sebagainya. Sedang makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai
ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet, dan galaksi. Alam semesta
merupakan suatu kawasan yang sangat luas dan besar, terdapat berbagai komponen
yang tidak biasa kita jumpai.
Contoh alam semesta
yaitu seperti bintang, bintang merupakan salah satu objek yang bisa langsung
dikenali dan dilihat sekilas mata saat kita melihat langit. Namun karena
seringnya melihat bintang di malam hari, kita akan langsung membandingkan nya
dengan matahari yang muncul pada siang hari. Bintang-bintang yang ada di langit
terikat satu sama lainnya dalam suatu ikatan gravitasi yang membentuk galaxi
Bima Sakti.
Tata Surya adalah
kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari
dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Tata surya terbagi menjadi
Matahari. Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah
Merkurius (57,9 juta Km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228
juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta
km), dan Neptunus (4.500 juta km).
- Terdiri
dari semua materi, termasuk tenaga dan radiasi, serta segala yang telah
diketahui dan baru dalam tahap percaya bahwa pasti ada di antariksa.
- Makrokosmos
dan mikrokosmos.
- Mahluk
hidup dan benda mati.
- Hukum-hukum
alam, kimia, dan fisika serta hukum lainnya.
Anggota-Anggota Sistem Tata Surya, yaitu :
1. Matahari
Matahari merupakan
bola gas yang berpijar, matahari adalah bintang yang beraada pada kelas
spektrum G2. Matahari sangat panas sehingga berwujud gas. tekanan yang
dihasilkan luar biasa besar karena tempetaturnya yang sangat tinggi di abagian
intinya.Di inti matahari terjadi reaksi termonuklir. Matahari tersusun atas
inti, fotosfer, kromosfer, dan korona.
2. Planet
Ada beberapa hal yang menjadi syarat bahwa
benda langit merupakan sebuah planet diantaranya :
a. Orbit plaet tersebut mengelilingi matahari.
b. Memiliki massa
yang cukup atau lebih besar dari 10 20 kg agar dapat menghasilkan gravitasi sendiri, dengan
bentuknya mendekati bulat.
c. Orbitnya tidak memotong orbit planet lain.
Planet
- planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus,
Uranus,
Neptunus.
3. Satelit
Hampir semua planet
di tata srya memiliki sitem sekunder, disebut satelit. satelit bumi adalah
bulan. Hampir semua satelit alami yang paling besar terletask di orbit sinkron,
dengan satu sisinya secara tetap menghadap planet induknya.
4. Asteroid
Penemuan asteroid sudah ada sejak tahun
1801, yaitu oleh Piazzi seorang astronom Italia. Asteroid temuannya dinamai
Ceres. Ceres rianugerahi sebagai asteroid terbesar di taat surya dengan
diameter sekitar 900 km. populasi asteroid adalah di daerah antara orbit planet
Mars dan Jupiter, dikenal sebagai Main Belt atau Sabuk Utama. Selain Ceres
adapila asteroid lain yang menempati orbit yang berbeda, yaitu Trojan dan
asteroid AAA (Asteroids-Amor, Apollo, Aten).
5. Komet
Komet adalah
sekumpulan partikel-partikel padat, berevolusi terhaadp matahari dengan
eksentrisitas yang sangat besar. Komet berarti si rambut panjang. Orbit komet
membentuk sudut terhadap ekliptika. Jadi periode komet sangat besar, jarang
terlihat.
Komet Halley muncul setiap 75 tahun sekali. selang waktu kemunculan komet menunjukan revolusi komet itu sewaktu bergerak mendekati matahari. Ketika komet mendekati matahari materialnya menjadi sanagat panas dan menguap, dan membentuk awan gas yang bercampur dengan debu di sekitar inti padatnya.
Komet Halley muncul setiap 75 tahun sekali. selang waktu kemunculan komet menunjukan revolusi komet itu sewaktu bergerak mendekati matahari. Ketika komet mendekati matahari materialnya menjadi sanagat panas dan menguap, dan membentuk awan gas yang bercampur dengan debu di sekitar inti padatnya.
Tekanan radiasi
matahari mendorong kometpertikel-partikel komet dan membentuk ekor. Kepala
komet berdiameter sekitar 20.000 km, dan panjang ekornya sampai jutaan km. Pada
saat komet mencapai perihelion , maka terbentuklah ekor komat yang paling
maximum. Seluruh massa komet diperkirakan mencapai sepersejuta dari massa bumi.
keberadaan komet ini seperti sepele tapi komet memang benar-benar ada.komet
Lulin, si komet hijau nan cantik akan mendekati Bumi.
6. Meteor
Cahaya uap yang
dihasilkan seperti bintang bergerak cepat melintasi langit dikenal sebagai
bintang jatuh, adalah fenomena hadirnya meteor. Jumlah meteor yang bertabrakan
dengan bumi selama 24 lam diperkirakan mencapai 200 juta meteor. Meteor itu
dinamakan meteorit. Meteorid diabedakan dalam 2 tipe, tipe pertama yaitu
meteorid yang mengelilingi matahari seperti planet orbitnya memiliki
eksentrisitas yang kecil serta hampir sebidang dengan bidang utama planet.
Tipe lainnya yaaitu
komet yang memiliki eksentrisitas yang besar. mendekati bumi dari segala arah
seakan ingin membombardir bumi dengan sudut kecil terhadap bidang orbit bumi.
Meteor ini sering menumbuk bumi secara berkelompok disebut dengan Shower.
7. Materi Antar Planet
Medium antar planet
terdiri dari debu dan gas. debu antar planet merupakan distribusi yang jarang
dari mikrometeorit yang mengitari atata surya. Namun terdapat pula distribuso gas
disekitar sistem tata surya.
Fakta adanya gas
antar planet datang dari penyelidikan luar angkasa dengan peralatan canggihnya
mencatat gerakan atom dan partikel yang bergerak dengan cepat. Gas antar planet
terdiri dari ion dan elektron yang dipancarkan matahari ke luar angkasa. Liran
ini dikenal dengan sebutan angin solar.
TEORI-TEORI TERJADINYA ALAM SEMESTA
1.
Teori Steady State
Teori ini
berpendapat bahwa materi yang hilang melalui resesi galaksi-galaksi, karena
pengembungan alam yang berlangsung terus menerus digantikan oleh materi yang
baru saja tercipta sehingga alam semesta yang terlihat tetap berada dalam
keadaan tidak berubah (stady state), artinya bahwa materi secara terus menerus
tercipta diseluruh alam semesta. Teori ini sama sekali tidak menyebut peristiwa
awal yang bersifat khusus pada waktu atau ruang. Tidak ada awal maupun akhir
karena materi diperbarui secara terus menerus di satu tempat sementara di
tempat lain dihancurkan.
2.
Teori Ekspansi dan Kontraksi
Teori ini
berpendapat bahwa ada suatu siklus di jagat raya. Satu siklus mengalami satu
masa ekspansi dan satu masa kontraksi. Satu siklus diperkirakan berlangsung
selama 30 milyar tahun. Dalam masa ekspansi terbentuklah galaksi-galaksi serta
bintang-bintang di dalamnya. Ekspansi ini diakibatkan oleh adanya reaksi inti
hydrogen yang pada akhirnya membentuk unsur-unsur lain yang komplek. Pada masa
kontraksi, galaksi-galaksi dan bintang-bintang yang telah terbentuk meredup dan
unsure-unsur yang telah terbentuk menyusut dengan mengeluarkan tenaga berupa
panas yang sangat tinggi. Disebut juga Oscillating Theory (teori mengembang dan
memampat).
3.
Teori Big – Bang
Keberadaan awal
pada peristiwa besar ini melengkapi ketidaktahuan manusia tentang awal mula
alam semesta dan merupakan bahan dari spekulasi sesungguhnya yang mempunyai
dasar kuat.
Teori ini
mengasumsikan sekitar 15 milyar tahun lalu dimulai dari ledakan yang dahyat dan
dilanjutkan dengan pengambangan alam semesta.
Salah Satu Contoh Planet
di Luar Angkasa :
Bumi adalah salah
satu planet dalam susunan tata surya galaxi Bima sakti, dimana makhluk hidup
tinggal, dan berkembang biak di planet bumi.
Bumi adalah
planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya
mencapai 4,6 miliar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6
juta kilometer. Kala rotasi bumi adalah 23 jam 56 menit 4 detik.
Sedangkan kala revolusinya adalah 365,25 hari. Bumi mempunyai lapisan udara
(atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan
Bumi dari angin surya, sinar ultraviolet dan radiasi dari luar angkasa.
Bumi
mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer.
Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran
gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai
1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi
terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas
lain.
Titik tertinggi di
permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter, dan titik terdalam
adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau
terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau
terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.
TEORI TERJADINYA PLANET BUMI
1.
Teori Kabut Kant-Laplace
Sejak jaman
sebelum Masehi, para ahli telah banyak berfikir dan melakukan analisis terhadap
gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses
terjadinya Bumi. Ingatkah kamu tentang teori kabut (nebula) yang dikemukakan
oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796)? Mereka terkenal dengan
Teori Kabut Kant-Laplace.
Dalam teori
ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul
menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan
kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran
yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan
memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian
menjadi planet-planet dalam tata surya.
2. Teori Planetesimal
Seabad
sesudah teori kabut tersebut, muncul Teori Planetesimal yang dikemukakan oleh
Chamberlin dan Moulton. Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah
terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh
sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian
matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah
ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari,
kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut
planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan
salah satunya adalah planet Bumi kita.
Pada
dasarnya, proses-proses teoritis terjadinya planet-planet dan bumi, dimulai daribenda
berbentuk gas yang bersuhu sangat panas. Kemudian karena proses waktu dan
perputaran (pusingan) cepat, maka terjadi pendinginan yang menyebabkan
pemadatan (pada bagian luar). Adapaun tubuh Bumi bagian dalam masih bersuhu
tinggi.
3. Teori Pasang Surut Gas
Teori
Pasang Surut Gas ini dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah
bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan
terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada
dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi,
ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya
jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang
yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan
terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang
disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai
tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali,
menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kea rah bintang besar itu.
Dalam lidah
yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan
pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet.
Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari
tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang
pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan
berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses
pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti
Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita,
pendinginan berjalan relatif lebih cepat.
Sementara
pendinginan berlangsung, planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada
orbit berbentuk elips, sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan
mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Akibat kekuatan penarikan matahari,
maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu.
Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet, sehingga lahirlah
bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planet-planet. peranan
yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama
dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet, seperti telah
dibicarakan di atas.
4. Teori Bintang Kembar
Teori Bintang Kembar ini dikemukakan oleh
seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari
kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material
yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang
masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang
yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan
pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.
5. Teori Dentuman besar
(Big Bang Theory)
Teori ini berdasarkan jenis asumsi adanya
massa yang sangat besar dan mempunyai massa jenis sangat besar. Adanya reaksi
inti menyebabkan amssa tersebut meledak hebat. Massa tersebut kemudian
mengembang dengan sangat cepat, menjauhi pusat ledakan. Karena adanya
gravitasi, maka bintang yang paling kuat gravitasinya akan menjadi pusatnya. Dari
berbagai teori yang dikemukakan para ahli, kebanyakan ilmuwan mendukung teori
dentuman besar. Menurut mereka, ledakan besar tersebut merupakan awal
terbentuknya alam semesta.
Secara garis besar bumi
memilki beberapa bagian, yaitu :1. Inti bumi (pusat bumi)
Lapisan ini terdiri dari materi-materi logam dan nikel
yang berbentuk bola dan padat. Suhu di dalam lapisan ini mencapai 4800 derajat
celcius dengan ketebalan 1.200 km.
2. Inti bumi luar
Pada lapisan ini inti bumi bagian luar materi-materinya
terdiri dari nikel dan besi cair serta oksigen. Suhu pada lapisan ini mencapai
3900 derajat celcius dengan ketebalan 2.255 km.
3. Mantel bumi
(selimut bumi)
Terdiri dari materi-materi magma kental yang memiliki
suhu sekitar 1.400-2.500 derajat celcius dengan ketebalan 2.900 km.
No comments:
Post a Comment